Langkau ke kandungan utama

Kehilangan

Assalamu'alaikum dan selamat tengah hari.

Lama sudah aku tidak bercerita tentang kucing kami.

Kucing kami itu adalah ahli kami.

Sewaktu aku menulis tentang pemergiannya Seppang aku fikir itu merupakan nota lambaian 'selamat jalan' buatnya. Jadi aku tulis dengan nada cukup bahagia dan syukur.

Rupanya, bulan itu kami diuji dengan kehilangan yang bertimpa-timpa.

Tiada kata yang dapat aku tuliskan sampailah aku memutuskan untuk menulis sekarang. Kerna kehilangan itu memberi rasa seperti kehilangan sebelum-sebelum ini. Semua yang meninggalkan pergi, perginya kembali membayangi.

Sewaktu satu demi satu nyawa pergi, aku sendiri tidak hadir menyaksikan. Jasadnya saja aku tidak tahu di mana dikuburkan.

Semua memori bersama berputar satu demi satu, dan perasaan jelik yang kurasakan semasa mereka berpergian, aku kaburi dengan angan palsu. Ini cuma mimpi buruk. Ini cuma khayalan.

Ternyata tinggal aku dan sisa penyesalan. Siapa saja tahu kalau setiap pertemuan itu pasti ada akhirnya. Tetapi yang menjadi air tangisan tatkala perpisahan diakhiri tanpa pamitan 'selamat jalan'.

Ahli kami yang imut dulu ada dua belas jumlahnya. Kini, amanah kami tinggal satu. Satu itulah yang kami tatang. Tanpa menyebut saudaranya yang sudah pergi. Iya, move on la.

Langsung semenjak peristiwa itu, aku belajar mengenal erti kehilangan. Ya, sudah banyak kali kehilangan tetapi seperti lembaran baru ia mengajarkan hal baru dan membuka mata untuk sekian kalinya.

Kehilangan mengajar kita bahawa tiada satu pun yang dapat menggantikan sesuatu. Tumbuh hilang berganti adalah penyedap hati. Yang pasti yang hilang pasti takkan tergantikan. Jadi hilang itu adalah garis masa. Masa yang berlalu pergi seperti hari ini yang bakal kita sebut-sebutkan besok. Semua yang kita punya hari ini akan hilang bila tiba masanya.

Yang datang kononnya sebagai pengganti itu membawa karakternya sendiri. Ia juga bakal hilang dan kita pun menunggu pengganti yang baru. Padahal masa sudah kian singkat sampai kita pun kembali padaNya Tuhan mengakhiri penantian abadi. Mungkin, kita tidak hilang apa-apa melainkan diri sendiri. Hilang hala tuju. Hilang arah. Hilang identiti. Hilang keabdian.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Lirik Lagu:::Say Alhamdulillah

Lirik Lagu “Say Alhamdulillah” oleh Irwan Hisham.Merupakan lagu baru... mohon dihalalkan post saya ini.JazakALLAH hu khairan... Setiap manusia akan di uji   Sabarlah menghadapi Dugaan yang datang dan juga pergi   tanda kasih suci Perjalanan ini penuh duri Sabarlah menghadapi Seringkali   jatuh jangan   henti Tabah mengharungi Bila kau resah remember ALLAH Bila kau sedih   remember ALLAH Bila kau diuji   say Alhamdulillah Mogakan diredhai...(3x) Song Title: Say Alhamdulillah(Original)(Malay version) Singer : Irwan Hisham (B V by Varianz & Endy Ashari) Song/lyric:Irwan Hisham Music Arranger:Jamizal Fan Page: Irwan Hisham (at Facebook) Sekali lagi saya mohon dihalalkn..^^ ni link youtube  http://www.youtube.com/watch?v=I_oQxkxdjtI&feature=share

Rindu karya Tere Liye

Assalamu'alaikum w.b.t. Seperti entri yang sebelumnya, kalo soal buku, aku tidak bertujuan menceritakan sinopsis. Ia lebih kepada elemen-elemen yang berkaitan dengan opini (bukan kritik) atau kadang bersifat personal, yang terkait dengan hidupku. hahahahaha. Apa-apa la. Melewati usia dua puluh-an aku tidak pernah beli novel berbahasa Melayu. Ini merupakan buku fiction pertama yang ku beli karya dari seberang. Saat ku lihat judul novel ini, Rindu, aku seperti terpanggil untuk mengetahui sinopsisnya. Ternyata latar yang diambil adalah Makassar! Itu merupakan sebab perdana aku beli buku ini. hahahahaha.  Selepas buku Hamka, Tenggelamnya kapal van der wijck, seingat aku tiada buku berlatarbelakangkan Makassar yang ku baca. Keterujaannya itu lain sekali. Dan semuanya terkait perihal "laut" & "kapal". Meski jurai keturunanku merupakan Bugis "daratan" yang tinggal di gunung, aku selalu menyanjung mereka yang tinggalnya di laut. Keberanian mere...

Lirik Lagu:::Permata yang dicari

Assalamualaikum w.b.t.  Salam Maal Hijrah.Azam baru? Rasanya terdapat dalam kalangan anda,mungkin berkongsi azam dengan saya. Permata yang dicari ,saya tersenyum sendiri mendengar lagu ini.Baitnya penuh dengan makna.Rasanya tak perlu dihuraikan,sesiapa sahaja yang mendengarnya pasti dapat 'menangkap' maksud yang disampaikan.Bukan sahaja melodi yang sesuai,malah lagu ini juga mempunyai pakej tersendiri,iaitu bait-bait 'doa' . Hadirnya tanpa kusedari Menggamit kasih cinta bersemi Hadir cinta insan padaku ini Anugerah kurniaan Ilahi Lembut tutur bicaranya Menarik hatiku untuk mendekatinya Kesopanannya memikat di hati Mendamaikan jiwaku yang resah ini Ya Allah Jika dia benar untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku Jika dia bukan milikku Damaikanlah hatiku Dengan ketentuan-Mu Dialah permata yang dicari Selama ini baru kutemui Tapi ku tak pasti rencana Ilahi Apakah dia kan kumiliki Tidak sekali dinodai nafsu Akan kubatasi dengan syariat-Mu Jika dirin...