Langkau ke kandungan utama

Kehilangan Seppang

Assalamu'alaikum dan selamat malam.

Beberapa hari yang lepas, salah seekor kucing kami mati. Namanya Seppang. Dia itu membesar di depan mataku, dari dia lahir sampai mati,aku ada menyaksikan.

Seppang kucing yang baik, pintar, friendly dan bersifat positif. Dari dia kecil sudah jelas kepintarannya dan peribadi yang cepat menarik perhatian orang. Bahkan bulunya saja sudah memberi impresi bagus.

Menginjak usia remaja, dia lanjut dengan penuh tertib. Kiranya dia merupakan kebanggaan dalam keluarga kami. Aku kira dia memang antara yang popular dalam kalangan ahli. Setelah kakak-kakaknya melahirkan dialah sosok yang rajin mendukung anak-anak kecil itu. Pernah suatu ketika, saat keluarga kami mula-mula menerima ahli yang ramai, kami belum matang lagi dalam hal penjagaan. Maka, kami bawa sejumlah 9 ekor anak kucing ke rumah lama (jaraknya dari rumah kami kini tidak sampai 1 minit kalau kau berlari kencang) dengan harapan mereka dapat didisiplinkan di situ.

Waktu itulah, Seppang menjadi pembantu yang ampuh, yang boleh diharap. Dia itulah yang akan menjaga adik-adiknya siang malam sampai tidak pulang rumah. Dia yang menemani bermain dan tidur. Ah, juga makan. Bila kami panggil dia pulang maka baru jugalah dia pulang dan kemudian bepergian lagi ke rumah lama. Pernah dia pulang ke rumah tapi bersamanya nanti adik-adiknya. Maka kami yang tidak mengerti memarahi lagi, biar membesar di rumah lama itu adikmu, kata kami.

Kemudian, anak-anak kucing itu tadi kembali ke rumah dan menatap di bawah kolong dan di beranda bahagian belakang rumah. Seppang jugalah yang duduk seharian bermain dengan adik-adiknya di bawah rumah. Kadang-kadang adiknya lolos ke dalam rumah, tinggal dia sendirian di atas para-para di kolong, tidur memeluk diri kerana kesejukan.

Semakin ia dewasa, aku kira dia paling rapat sama aku. Walaupun yang selalu memberi makan adalah mak. Tabiatnya itu menampar muka kita, menggigit telinga, hidung dan menjilat pipi dan kening.
.
.
.
.
.
Dan dua hari lepas dia pergi. Dua hari terakhir dia tiada nafsu makan. Air pun tidak tertelan. Aku pun memujuk diri, mungkin dia selesema. Seharian pertama dia tidur saja. Aku kira itu proses penyembuhannya. Tetapi melewati hari kedua, jalannya sudah tidak dapat diimbang. Mukanya cengkung. Miawnya bisu. Aku pun baru sedar kalau itu adalah momen-momen terakhir kami.

Malam itu, masuk dia dibilikku. Tiada sudah gelak-gelak kecilku seperti dulu kalau dia bertandang. Kerna yang terpapar di depan mataku adalah sosok tubuh kucing yang berperang dengan maut. Tatkala tanganku mengusap kepalanya, cuping telinganya dingin, hidungnya dingin, kaki-kakinya juga dingin. Aku menangis sungguh-sungguh.

Lihatlah aku ini Seppang. Manusia yang takut pada perpisahan. Kalau kau bisa mengerti, tangisku ini berbicara tentang sesal dan juga harapan. Mengerti kau? Meskipun itu suatu tindakan yang tamak, kerna tiap yang bernyawa akan mati, tiap yang kita punya adalah milik pemilikNya. ..
.
.
.
.
.
Pernah dia itu aku ceritakan betapa perit menjalani hidup. Betapa sakit ketika jatuh di pentas dunia. Menangis dan tersedu-sedan. Matanya berkelip. Ini bukan ekspresi yang selalu dilihatnya terpampang diwajahku. Aku benar-benar depresi. Dan ku katakan padanya, kalau dialah teman tempat aku menangis. Hidup seorang manusia yang sepi. Menangis pun perlukan teman.

Padahal dia, semalaman terakhir itu tiada tidur menahan sakit. Aku peluk dia biar kurang sakitnya. Tapi pelukan saja tiada guna, sakit dan harus pergi sendiri meninggalkan dunia dan seisinya..

Seppang, cinta itu apa? Cinta itu wujud tatkala diri tahu bahawa akan ada perpisahan di tiap pertemuan tetapi tetap memilih untuk hidup bersama sampai waktunya tiba. Dan kau itulah cinta kami. Setiap hela nafasmu. 

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Rindu karya Tere Liye

Assalamu'alaikum w.b.t. Seperti entri yang sebelumnya, kalo soal buku, aku tidak bertujuan menceritakan sinopsis. Ia lebih kepada elemen-elemen yang berkaitan dengan opini (bukan kritik) atau kadang bersifat personal, yang terkait dengan hidupku. hahahahaha. Apa-apa la. Melewati usia dua puluh-an aku tidak pernah beli novel berbahasa Melayu. Ini merupakan buku fiction pertama yang ku beli karya dari seberang. Saat ku lihat judul novel ini, Rindu, aku seperti terpanggil untuk mengetahui sinopsisnya. Ternyata latar yang diambil adalah Makassar! Itu merupakan sebab perdana aku beli buku ini. hahahahaha.  Selepas buku Hamka, Tenggelamnya kapal van der wijck, seingat aku tiada buku berlatarbelakangkan Makassar yang ku baca. Keterujaannya itu lain sekali. Dan semuanya terkait perihal "laut" & "kapal". Meski jurai keturunanku merupakan Bugis "daratan" yang tinggal di gunung, aku selalu menyanjung mereka yang tinggalnya di laut. Keberanian mere...

Lirik Lagu:::Say Alhamdulillah

Lirik Lagu “Say Alhamdulillah” oleh Irwan Hisham.Merupakan lagu baru... mohon dihalalkan post saya ini.JazakALLAH hu khairan... Setiap manusia akan di uji   Sabarlah menghadapi Dugaan yang datang dan juga pergi   tanda kasih suci Perjalanan ini penuh duri Sabarlah menghadapi Seringkali   jatuh jangan   henti Tabah mengharungi Bila kau resah remember ALLAH Bila kau sedih   remember ALLAH Bila kau diuji   say Alhamdulillah Mogakan diredhai...(3x) Song Title: Say Alhamdulillah(Original)(Malay version) Singer : Irwan Hisham (B V by Varianz & Endy Ashari) Song/lyric:Irwan Hisham Music Arranger:Jamizal Fan Page: Irwan Hisham (at Facebook) Sekali lagi saya mohon dihalalkn..^^ ni link youtube  http://www.youtube.com/watch?v=I_oQxkxdjtI&feature=share

Lirik Lagu:::Permata yang dicari

Assalamualaikum w.b.t.  Salam Maal Hijrah.Azam baru? Rasanya terdapat dalam kalangan anda,mungkin berkongsi azam dengan saya. Permata yang dicari ,saya tersenyum sendiri mendengar lagu ini.Baitnya penuh dengan makna.Rasanya tak perlu dihuraikan,sesiapa sahaja yang mendengarnya pasti dapat 'menangkap' maksud yang disampaikan.Bukan sahaja melodi yang sesuai,malah lagu ini juga mempunyai pakej tersendiri,iaitu bait-bait 'doa' . Hadirnya tanpa kusedari Menggamit kasih cinta bersemi Hadir cinta insan padaku ini Anugerah kurniaan Ilahi Lembut tutur bicaranya Menarik hatiku untuk mendekatinya Kesopanannya memikat di hati Mendamaikan jiwaku yang resah ini Ya Allah Jika dia benar untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku Jika dia bukan milikku Damaikanlah hatiku Dengan ketentuan-Mu Dialah permata yang dicari Selama ini baru kutemui Tapi ku tak pasti rencana Ilahi Apakah dia kan kumiliki Tidak sekali dinodai nafsu Akan kubatasi dengan syariat-Mu Jika dirin...