بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamualaikum dan selamat malam,teman....
Sudah lama rasanya diri ini tidak mencoretkan titian sehari-hari.Alhamdulillah,kesihatan saya sekeluarga dalam keadaan yang baik-baik belaka.
Pertama sekali saya ingin khabarkan,perasaan yang semakin berdebar-debar ini.Ya,result UPU kian menghampiri.Sudah berada di bulan Julai.Hati saya hanya Allah sahaja yang tahu bagaimana keadaanya. Masih tidak berubah sifat cepat nervous ni....Entahlah...ada dalam kalangan rakan-rakan yang mengatakan bahawa tidak perlu risau kerana confirm saya dapat.'Resultmu gempak'. Tu kata mereka. Tapi bagi saya,bukan itu yang menjadi pokok persoalannya....result gempak menjadi jaminan untuk masuk U? Ada perkara lain yang berlegar-legar di fikiran saya saat ini...hmm...
Hanya satu harapan saya...semoga dapat masuk U...bidang dan tempat,tidak menjadi masalah.InshaALLAH.
Selepas ini,tiada drama Korean...tiada k-pop...tiada waktu untuk bersantai-santai...'honeymoon' bakal berlalu.Tiba masa untuk berjuang lagi.Mungkin ini persinggahan terakhir saya.Usia yang kian meningkat menyedarkan saya bahawa berapa banyak waktu terbuang bersama perkara yang mendatangkan khayalan yang tak berguna?
Jika ada jodoh,saya pasti akan berpeluang juga untuk melewati suasana musim luruh...hmmm... Jalan di hadapan masih jauh...entah berapa banyak kali akan melalui lembah yg curam,becak,dataran tinggi,liku, lautan luas....mudah-mudahan semuanya dapat saya lalui dengan hati yang cekal.InshaALLAH.
Kembali pada keadaan sedia kala,tika hati ingin bersuara, coretan biru dan hitam mewarnai kertas... tapi sejak akhir-akhir ini,hati seakan tidak mampu melontarkan butir kata..hanya dapat melakar bayang pada kanvas putih.Hanya ada satu warna...ton hitam...
p/s:aku seakan melihat ada senyum pada ton hitam itu...=)
Assalamu'alaikum w.b.t. Seperti entri yang sebelumnya, kalo soal buku, aku tidak bertujuan menceritakan sinopsis. Ia lebih kepada elemen-elemen yang berkaitan dengan opini (bukan kritik) atau kadang bersifat personal, yang terkait dengan hidupku. hahahahaha. Apa-apa la. Melewati usia dua puluh-an aku tidak pernah beli novel berbahasa Melayu. Ini merupakan buku fiction pertama yang ku beli karya dari seberang. Saat ku lihat judul novel ini, Rindu, aku seperti terpanggil untuk mengetahui sinopsisnya. Ternyata latar yang diambil adalah Makassar! Itu merupakan sebab perdana aku beli buku ini. hahahahaha. Selepas buku Hamka, Tenggelamnya kapal van der wijck, seingat aku tiada buku berlatarbelakangkan Makassar yang ku baca. Keterujaannya itu lain sekali. Dan semuanya terkait perihal "laut" & "kapal". Meski jurai keturunanku merupakan Bugis "daratan" yang tinggal di gunung, aku selalu menyanjung mereka yang tinggalnya di laut. Keberanian mere...
Ulasan
Catat Ulasan