Jumaat, 2 Oktober 2015

malu

Assalamualaikum & selamat malam.

     Kelmarin, saya menemani seorang teman untuk menjaja jajan di kaki lima bangunan kuliah kami, atau lebih tepat lagi di kaki lima kelas kami, di lantai satu itulah. Entah kenapa, ia bukanlah perkara yang asing, tetapi malu menyapa. Kamu tahu, saya bentak banyak kali hati, 'kenapa?'

     Malu?  Kenapa?

    Betapa banyak hal yang diperbuat yang lebih memalukan berbanding menjaja jajan di kaki lima. Apabila diri mengharap pada penilaian sesama makhluk, beginilah jadinya. Walhal, redha Allah la yang patut dicari. Saya rasa bukan setakat ini sahaja, betapa banyak hal lain lagi yang selayaknya diperbuat dengan rasa bangga tapi ditatangi dengan rasa malu. Manusia, bangkit dari lenamu! Selama kau berpegang pada penilaianNya, tiada apa yang bisa memalukanmu. Hal yang baik sepatutnya diraikan. Berhenti membilang nilaimu dihadapan sesama makhluk!

Tiada ulasan:

Catat Ulasan