Langkau ke kandungan utama

Surat buat diri...

Assalamualaikum w.b.t.


Diriku...


Sudah lama kita tidak mengutus khabar. Sihat sakitmu, jatuh bangunmu, lena jagamu, makan minummu, baik burukmu...semuanya sudah lama tidak menghantuiku. Tanpa ku sedari, ada rasa rindu yang menghuni, rindu pada 'keprihatinan' ku dulu untukmu. Tiap yang ku lakukan ku fikirkan dirimu. Apakah ini memberi maslahat untukmu atau tidak?


Oleh itu, maafkan aku. Sudah berkulat kali dirimu ku biarkan dimamah panas hujan yang dipanggil UJIAN. Maaf sekali lagi, ku biarkan kau  menempuhi semua dugaan itu sendirian.


Yang bergelar Diri,

Kembalinya aku, tidak dapat ku ikat janji sumpah untuk membahagiakanmu selalu. Tetapi aku yakin, jalan pulang yang bakal kita susuri bersama nanti pasti menjanjikan kebahagian yang ABADI. Dan tidak ku janjikan perjalanan nanti akan selancar aliran sungai. haha Lucu ya, aliran sungai juga adakalanya punya sekatan. Maka ambillah ikhtibar daripadanya, ketika aliran tersekat, maka akan terbentuklah jalan yang baru. Dalam kata yang mudah, sekuat manapun dugaan yang melanda tempuhi saja dengan kesabaran kerana tiap UJIAN itu ada jalan keluarnya.


Lelah juga mengejarmu ke mari,diri. Syukurlah, kini kau kutemui semula. Siang malamku sering terganggu dek bayangan dirimu yang 'terkurung' dalam kehindahan dunia yang fana ini. Selalu ku fikirkan bagaimana caranya untuk ku simpan dirimu dalam belaian Agama. Sejujurnya, aku juga takut untuk berhadapan denganmu,diri. Kerana pembentukkan figura mu pastinya diiringi waktu. ahh.. usah bersangka buruk dulu, maksudku figura rohanimu. Bukan fizikmu.


Tapi ini sudah menjadi tanggunggjawabku untuk membawamu pulang. Ini adalah amanahNya yang tergalas di bahuku. Ayuh, hulurkan tanganmu, sama-sama kita keluar dari lorong hitam ini!


Diri yang tercinta,


Maaf sekali lagi. ahhh.. kau pastinya bosan mendengar kata 'MAAF' yang berungkali ku ucap. Aku cuma tidak betah, tidak senang selagi tidak ku bawa dirimu bersamaku. Sungguh, aku risaukanmu. Aku berjanji...aku berjanji...(menarik nafas dalam-dalam)...aku berjanji, cukup sekali ini saja ku biarkan dirimu hanyut. Tidak akan ku biarkan ia berlaku untuk kedua kalinya atau ketiga atau berkali-kali. Sekali saja.


Ohhh? Sudah sampai ke penamatnya suaan kita kali ini. Maaf, (maaf lagi ya) aku tidak pandai menulis surat. Apatah lagi buat yang paling bermakna dalam hidupku. Warkahku ini bukan terhasil daripada insan yang pandai bermadah...aku cuma insan biasa. Insan biasa yang punya cita-cita untuk menjadi yang terbaik disisiNya. Akhirulkalam... sudilah kiranya diri, untuk meletakkan kepercayaanmu sepenuhnya padaku untuk melalui hari-hari esok. Usah ada rasa gentar, ketahuilah ALLAH selalu ada bersama hambaNya. Kita ada doa sebagai senjata.
 


                                                                                                    pamitan penuh santun,
                                                                                                       aku adalah dirimu



Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Rindu karya Tere Liye

Assalamu'alaikum w.b.t. Seperti entri yang sebelumnya, kalo soal buku, aku tidak bertujuan menceritakan sinopsis. Ia lebih kepada elemen-elemen yang berkaitan dengan opini (bukan kritik) atau kadang bersifat personal, yang terkait dengan hidupku. hahahahaha. Apa-apa la. Melewati usia dua puluh-an aku tidak pernah beli novel berbahasa Melayu. Ini merupakan buku fiction pertama yang ku beli karya dari seberang. Saat ku lihat judul novel ini, Rindu, aku seperti terpanggil untuk mengetahui sinopsisnya. Ternyata latar yang diambil adalah Makassar! Itu merupakan sebab perdana aku beli buku ini. hahahahaha.  Selepas buku Hamka, Tenggelamnya kapal van der wijck, seingat aku tiada buku berlatarbelakangkan Makassar yang ku baca. Keterujaannya itu lain sekali. Dan semuanya terkait perihal "laut" & "kapal". Meski jurai keturunanku merupakan Bugis "daratan" yang tinggal di gunung, aku selalu menyanjung mereka yang tinggalnya di laut. Keberanian mere...

Lirik Lagu:::Say Alhamdulillah

Lirik Lagu “Say Alhamdulillah” oleh Irwan Hisham.Merupakan lagu baru... mohon dihalalkan post saya ini.JazakALLAH hu khairan... Setiap manusia akan di uji   Sabarlah menghadapi Dugaan yang datang dan juga pergi   tanda kasih suci Perjalanan ini penuh duri Sabarlah menghadapi Seringkali   jatuh jangan   henti Tabah mengharungi Bila kau resah remember ALLAH Bila kau sedih   remember ALLAH Bila kau diuji   say Alhamdulillah Mogakan diredhai...(3x) Song Title: Say Alhamdulillah(Original)(Malay version) Singer : Irwan Hisham (B V by Varianz & Endy Ashari) Song/lyric:Irwan Hisham Music Arranger:Jamizal Fan Page: Irwan Hisham (at Facebook) Sekali lagi saya mohon dihalalkn..^^ ni link youtube  http://www.youtube.com/watch?v=I_oQxkxdjtI&feature=share

Lirik Lagu:::Permata yang dicari

Assalamualaikum w.b.t.  Salam Maal Hijrah.Azam baru? Rasanya terdapat dalam kalangan anda,mungkin berkongsi azam dengan saya. Permata yang dicari ,saya tersenyum sendiri mendengar lagu ini.Baitnya penuh dengan makna.Rasanya tak perlu dihuraikan,sesiapa sahaja yang mendengarnya pasti dapat 'menangkap' maksud yang disampaikan.Bukan sahaja melodi yang sesuai,malah lagu ini juga mempunyai pakej tersendiri,iaitu bait-bait 'doa' . Hadirnya tanpa kusedari Menggamit kasih cinta bersemi Hadir cinta insan padaku ini Anugerah kurniaan Ilahi Lembut tutur bicaranya Menarik hatiku untuk mendekatinya Kesopanannya memikat di hati Mendamaikan jiwaku yang resah ini Ya Allah Jika dia benar untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku Jika dia bukan milikku Damaikanlah hatiku Dengan ketentuan-Mu Dialah permata yang dicari Selama ini baru kutemui Tapi ku tak pasti rencana Ilahi Apakah dia kan kumiliki Tidak sekali dinodai nafsu Akan kubatasi dengan syariat-Mu Jika dirin...