Rabu, 17 Mei 2017

Kehilangan

Assalamu'alaikum dan selamat tengah hari.

Lama sudah aku tidak bercerita tentang kucing kami.

Kucing kami itu adalah ahli kami.

Sewaktu aku menulis tentang pemergiannya Seppang aku fikir itu merupakan nota lambaian 'selamat jalan' buatnya. Jadi aku tulis dengan nada cukup bahagia dan syukur.

Rupanya, bulan itu kami diuji dengan kehilangan yang bertimpa-timpa.

Tiada kata yang dapat aku tuliskan sampailah aku memutuskan untuk menulis sekarang. Kerna kehilangan itu memberi rasa seperti kehilangan sebelum-sebelum ini. Semua yang meninggalkan pergi, perginya kembali membayangi.

Sewaktu satu demi satu nyawa pergi, aku sendiri tidak hadir menyaksikan. Jasadnya saja aku tidak tahu di mana dikuburkan.

Semua memori bersama berputar satu demi satu, dan perasaan jelik yang kurasakan semasa mereka berpergian, aku kaburi dengan angan palsu. Ini cuma mimpi buruk. Ini cuma khayalan.

Ternyata tinggal aku dan sisa penyesalan. Siapa saja tahu kalau setiap pertemuan itu pasti ada akhirnya. Tetapi yang menjadi air tangisan tatkala perpisahan diakhiri tanpa pamitan 'selamat jalan'.

Ahli kami yang imut dulu ada dua belas jumlahnya. Kini, amanah kami tinggal satu. Satu itulah yang kami tatang. Tanpa menyebut saudaranya yang sudah pergi. Iya, move on la.

Langsung semenjak peristiwa itu, aku belajar mengenal erti kehilangan. Ya, sudah banyak kali kehilangan tetapi seperti lembaran baru ia mengajarkan hal baru dan membuka mata untuk sekian kalinya.

Kehilangan mengajar kita bahawa tiada satu pun yang dapat menggantikan sesuatu. Tumbuh hilang berganti adalah penyedap hati. Yang pasti yang hilang pasti takkan tergantikan. Jadi hilang itu adalah garis masa. Masa yang berlalu pergi seperti hari ini yang bakal kita sebut-sebutkan besok. Semua yang kita punya hari ini akan hilang bila tiba masanya.

Yang datang kononnya sebagai pengganti itu membawa karakternya sendiri. Ia juga bakal hilang dan kita pun menunggu pengganti yang baru. Padahal masa sudah kian singkat sampai kita pun kembali padaNya Tuhan mengakhiri penantian abadi. Mungkin, kita tidak hilang apa-apa melainkan diri sendiri. Hilang hala tuju. Hilang arah. Hilang identiti. Hilang keabdian.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan