Ahad, 6 Mac 2016

umpama bintang

Assalamu'alaikum dan salam sejahtera

Baru-baru ini, seorang dosen menyentuh perihal bintang yang kita lihat pada hari ini adalah masa lampau. Fakta ini bukan lagi baru, tapi aku baru "hayati" maknanya.

Sampai hari ini apabila teringat perkara tersebut, aku berasa sedih. Jarak antara bintang-bintang di atas dengan bumi ada yang memakan ratusan ribu tahun, bermakna cahaya yang mereka pancarkan beratus ribu tahun baru sampai di bumi, dan boleh jadi di actual time kita melihat cahaya mereka di bumi, ia sudah tidak wujud lagi di sana.

Memori itu umpama bintang-bintang di atas sana. Ada yang berlaku dua puluh tahun lalu, sepuluh tahun lalu, lima tahun lalu, kelmarin.... Tapi pada satu detik, ia akan berlalu (hapus) juga. Kita tidak mampu untuk mengingat satu persatu memori. Umurnya bertahan tidak diukur berdasarkan waktu, boleh jadi hal yang berlaku semalam sudah kita lupakan hari ini. 

Aku pun tak tahu kalau sebelum ini aku memandang bintang-bintangku seindah bintang di langit. Sejelek apapun memori lalu, bila kita pandang ia dari tempat kita berdiri sekarang, ia seumpama bintang yang cantik, bergemerlapan. Apabila bintang kita lihat dari bumi pada waktu malam, ia sungguh cantik. Kerana langit berwarna asalnya, hitam. Begitu kita, melihat masa lalu bukan berdasarkan siapa kita hari ini, tetapi siapa kita asalnya. Maka memori itu akan terlihat indah. Kerna kita tahu bahawa tiap yang kita lalui suatu ketika dahulu merupakan pelajaran buat kita, meskipun ada masanya kita jatuh dan jatuh lagi.




Tiada ulasan:

Catat Ulasan